Kabupaten Hulu
Sungai Utara merupakan salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan Selatan. Ibukota kabupaten ini
terletak di Amuntai.
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 892,7 km² atau 2,38% dari luas provinsi Kalimantan Selatan dan berpenduduk sebanyak
209.037 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).
Secara umum kabupaten Hulu Sungai
Utara terletak pada koordinat 2' sampai 3' Lintang Selatan dan
115' sampai 116' Bujur Timur.
1. Sejarah
Kab. Hulu Sungai Utara
Menurut sejarah lokal, daerah
ini dikenal sebagai pusat kerajaan Negara Dipa
yang terletak di Candi Agung yang merupakan perpindahan dari ibukota
kerajaan sebelumnya yang terletak di hilir, yaitu di Candi Laras,
(kabupaten Tapin).
Semula kabupaten ini bernama
Kabupaten Amuntai sejak pertama kali terbentuk pada tanggal 1 Mei 1952. Sejalan dengan
perkembangan wilayah dan sistem pemerintahan yang berawal dari Undang-undang
No. 22 Tahun 1948, maka pada tanggal 14 Januari
1953, nama Kabupaten
Amuntai diubah menjadi “Kabupaten Hulu Sungai Utara” hingga sekarang.
2. Letak Geografis, Iklim dan Curah Hujan
Ditinjau secara geografis,
Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak pada koordinat antara
2º sampai 3º lintang selatan dan 115º sampai 116º bujur timur. Wilayah
Kabupaten Hulu Sungai Utara terletak di daerah dataran rendah dengan ketinggian
berkisar antara 0 m sampai dengan 7 m di atas permukaan air laut dan dengan
kemiringan berkisar antara 0 persen sampai dengan 2 persen.
Curah hujan di suatu tempat
antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi dan
perputaran/pertemuan arus udara. Jumlah curah hujan terbanyak di tahun 2005
terjadi pada bulan Februari yang mencapai 359 mm dan pada bulan April yang
mencapai 351 mm dengan jumlah hari hujan masing-masing 14 dan 19.
Data penggunaan tanah pada tahun
2005 di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara, yaitu:
- Kampung seluas 4.283 ha
- Sawah seluas 23.853 ha
- Kebun campuran 1.859 ha
- Hutan rawa 29.711 ha
- Rumput rawa 22.768 ha
- Danau seluas 1.800 ha
- Penggunaan lainnya seluas 1.224 ha
3. Luas Wilayah
Luas wilayah Kabupaten Hulu
Sungai Utara adalah ± 892,7 km² atau hanya ± 2,38 persen dibandingkan dengan
luas wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.
Dengan luas wilayah sebesar
892,7 km² ini, sebagian besar terdiri atas dataran
rendah yang digenangi oleh lahan rawa baik yang tergenang secara monoton
maupun yang tergenang secara periodik. Kurang lebih 570 km² adalah merupakan
lahan rawa dan
sebagian besar belum termanfaatkan secara optimal.
4. Batas Wilayah
Batas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah
sebagai berikut:
5. Administrasi Wilayah
Kabupaten Hulu Sungai Utara
terdiri dari 10 (sepuluh) kecamatan setelah terbentuknya Kabupaten Balangan dengan jumlah desa/kelurahan
yang tersebar sebanyak 219 desa/kelurahan. Selain itu, desa/kelurahan di
Kabupaten Hulu Sungai Utara dapat diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) kategori,
antara lain Desa Swadaya sebanyak 3 (di Kecamatan Banjang), Desa Swakarya ada 1
(di Kecamatan Banjang) dan Desa Swasembada sebanyak 215 desa.
Adapun daftar 10 kecamatan tersebut
adalah:
- Amuntai Selatan
- Amuntai Tengah
- Amuntai Utara
- Babirik
- Banjang
- Danau Panggang
- Haur Gading
- Paminggir
- Sungai Pandan
- Sungai Tabukan
6. Kependudukan
Jumlah penduduk Kabupaten Hulu
Sungai Utara berdasarkan hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010
adalah 209.037 jiwa tersebar di 219 kelurahan/desa. Kabupaten dengan luas wilayah
892,7 km² ini memiliki kepadatan penduduk (population density) 220 jiwa
per km² dan rata-rata setiap keluarga terdiri dari 4 orang. Laju pertumbuhan
penduduk Hulu Sungai Utara antara tahun 2000–2010 sebesar 0,61% dan merupakan
urutan terendah untuk kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
7. Lain-lain
Di kabupaten ini
terkenal dengan dengan fauna khasnya, yaitu Itik Mamar atau itik Alabio dan kerbau rawa (Latin:
Bubalus bubalis) di kecamatan Danau Panggang dan kecamatan Paminggir.
“Kayuh
Baimbai Mambangun Banua”
Sumber : Media Online (Internet)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar