Senin, 08 April 2013

Teori Demam Panggung



Hello Sobat, apa kabarnya? Senang rasanya bila Anda selalu mengunjungi blog saya. Kali ini saya akan memposting tulisan mengenai cara mengatasi demam panggung. Artikel ini saya dapat dari kegiatan Blogwalking. Sebenarnya penulis juga sering mengalami demam panggung. Untuk itulah, penulis mencari cara mengatasi demam panggung dan mencoba men-share tulisan ini kepada para pembaca sekalian…
Apa itu demam panggung? Seperti dilansir dari stopstagefright.com, Selasa (20/10/2009), Anda dianggap mengalami demam panggung jika sebelum berbicara di depan orang sudah merasa berdebar-debar, mulut kering, suara bergetar, berkeringat berlebihan dan bahkan mual.
Jika mengalami gejala seperti itu, bukan tidak mungkin Anda akan salah bicara atau malah lupa semuanya (blank) ketika tampil, akibatnya performa jadi tidak maksimal atau bahkan jadi bahan tertawaan orang.

Buat sebagian besar orang berbicara di depan umum bukan hal yang mudah dilakukan. Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School, separuh dari penduduk Amerika yang terkenal dengan kemampuannya dalam public speaking mengalami kesulitan berbicara di depan umum. 
Tapi sebagai orang dewasa, tuntutan untuk berbicara di depan umum kadang-kadang harus dilakukan. Bahkan untuk pekerjaan yang di belakang meja saja ada kalanya kita harus berhubungan dengan banyak orang.
Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga bisa mengalami demam panggung. Gejalanya ditandai antara lain takut yang berlebihan terhadap orang yang baru dikenal, malu untuk mengerjakan tugas di papan tulis, jarang memulai pembicaraan dengan teman dan selalu berada di dekat orangtuanya bahkan terkadang tidak mau pergi ke sekolah karena malu. 
Tapi kini ada kabar baiknya, demam panggung bisa dihilangkan atau dikurangi. Menurut Stephen Frank Chambers, dari Wake Forest University cara yang efektif adalah dengan melakukan latihan, relaksasi, dan persiapan.
Latihan, relaksasi dan persiapan dapat dilakukan disertai keberanian untuk mulai berbicara di depan umum. Mulailah berbicara di depan audience kelompok kecil dan kemudian dilanjutkan dengan audience dengan jumlah yang lebih banyak.

Relaksasi bisa dilakukan dengan menarik nafas panjang dan latihan melemaskan otot. Persiapan yang cukup dengan membekali diri dengan wawasan sangat efektif untuk memupuk percaya diri berbicara di depan umum.
Sedangkan untuk anak-anak, orangtua diharapkan dapat membantu memupuk kepercayaan diri dan mengikis ketakutan anak terhadap kritik dan kegagalan. Namun jika masih tidak bisa diatasi hanya dengan tips di atas, Anda dapat pergi ke dokter untuk mendapatkan tindakan medis dengan obat-obatan yang tepat.
Kayuh Baimbai Mambangun Banua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar