Rabu, 22 Mei 2013

Faktor Penyebab Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak. Gejala yang tampak adalah gangguan dalam bidang perkembangan: perkembangan interaksi dua arah, perkembangan interaksi timbal balik, dan perkembangan perilaku.
Hingga saat ini kepastian mengenai autisme belum juga terpecahkan. Padahal, perkembangan jumlah anak autis sekarang ini kian mengkhawatirkan. Di Amerika Serikat, perbandingan anak autis dengan 
yang normal 1:150, sementara di Inggris 1:100. Indonesia belum punya data akurat mengenai itu.
Para ilmuwan menyebutkan autisme terjadi karena kombinasi berbagai faktor, termasuk faktor genetik 
yang dipicu faktor lingkungan. Berikut adalah faktor-faktoryang diduga kuat mencetuskan autisme yang masih misterius ini.
1.      Genetik

Buah-buahan Yang Bisa Memutihkan Gigi



Assalamu’alaikum, Wr.Wb…. Kawan, apa kabar? Saya harap kalian baik-baik saja. Kali ini saya akan memuat artikel mengenai buah-buahan yang dapat memutihkan gigi. Apa kalian sudah tahu buah yang dapat memutihkan gigi? Jika belum, cobalah kalian sejenak untuk membaca artikel ini. Berilah komentar setelah kalian membaca. Terima kasih…
Memiliki gigi putih dan senyum menawan tentunya membuat seseorang tampak lebih menarik. Tapi kebiasaan minum kopi, teh atau cola bisa meninggalkan noda di gigi Anda. Untuk dapat memutihkan gigi anda dapat mengkonsumsi bauh-buahan. Berikut beberapabuah-buahan yang dapat membuat gigi putih dan sehat :
1. Apel

Dampak hp bagi kesehatan



Asalamu’alaikum… Helooo kawan, apa kabar? Saya harap kawan sehat selalu. Amiiin… kali ini saya ingin berbagi info mengenai dampak ponsel bagi kesehatan. Artikel ini saya peroleh dari kegiatan blogwalking. Apa kalian sudah tahu dampak dari dampak ponsel bagi kesehatan? Bila belum, cobalah sejenak untuk membaca artikel ini. Berilah komentar setelah anda membaca. Terima kasih.
Tidak bisa dipungkiri bahwa di era ini keberadaan HP menjadi barang yang dibutuhkan setiap saat. Mungkin pernah kita mendengar bahwa radiasi dari sinyal yang ditimbulkan oleh HP bisa menimbulkan kanker atau bahkan penyakit-penyakit lainnya.
Sebuah studi yang dilakukan di Swedia mengungkapkan bahwa HP bisa meningkatkan 400% resiko kanker bagi penggunanya.

Handphone Vs jagung, air, telur dan bensin



Asalamu’alaikum… Helooo kawan, apa kabar? Saya harap kawan sehat selalu. Amiiin… kali ini saya ingin berbagi info mengenai radiasi ponsel. Artikel ini saya peroleh dari kegiatan blogwalking. Apa kalian sudah tahu dampak dari radiasi ponsel? Bila belum, cobalah sejenak untuk membaca artikel ini. Berilah komentar setelah anda membaca. Terima kasih.
HANDPHONE VS JAGUNG
Radiasi pada handphone dapat membuat jagung menjadi matang atau popcorn.

HANDPHONE VS WATER

Radiasi pada handphone dapat membuat air bisa menjadi panas dan menurut penelitian, struktur air terurai dan rusak sehingga air menjadi tidak sehat akibat radiasi pada handphone.

HANDPHONE VS EGG

Sabtu, 18 Mei 2013

11 Cara Menghindari Radiasi Ponsel


Asalamu’alaikum… Helooo kawan, apa kabar? Saya harap kawan sehat selalu. Amiiin… kali ini saya ingin berbagi info mengenai radiasi ponsel. Artikel ini saya peroleh dari kegiatan blogwalking. Apa kalian sudah tahu dampak dari radiasi ponsel? Bila belum, cobalah sejenak untuk membaca artikel ini. Berilah komentar setelah anda membaca. Terima kasih.

KOMPAS.com - Dilaporkan sebelumnya, panel yang terdiri atas pakar internasional yang dikumpulkan oleh World Health Organization menyebutkan, ponsel mungkin bersifat karsinogenik pada manusia. Hal tersebut terungkap setelah mereka memeriksa lusinan hasil studi mengenai ponsel yang sudah pernah dipublikasikan.

"Sudah waktunya kita mulai menanggapi radiasi ponsel lebih serius," papar Ann Louise Gittleman, PhD, penulis bukubestseller versi harian New York Times, Zapped. "Tentu saja, teknologi tak perlu menghilang, kita hanya perlu mengedukasi dan mengembangkan strategi untuk mengurangi paparan radiasi buatan yang terbukti memiliki pengaruh biologis."  
Untuk itu, Gittleman memberikan tips untuk membatasi paparan radiasi ponsel yang berbahaya: 
1. Aktifkan speaker. Menggunakan speaker saat berbicara akan mengurangi energi atau tingkat kekuatan radiasi ponsel. Semakin jauh Anda dari antena ponsel, semakin rendah sinyalnya. Kabel headset pada banyak ponsel juga bisa bertindak sebagai antena, sehingga dapat mengirimkan sejumlah radiasi elektromagnetik ke kepala Anda. 
2. SMS-an saja. Bila hobi Anda SMS-an, ini saatnya Anda memaksimalkan hobi Anda. Mengirim teks membatasi durasi paparan radiasi, dan menjaga jarak ponsel dari kepala dan tubuh kita. Namun perhatikan juga, pria sebaiknya tidak SMS-an sambil memangku ponsel. Jumlah studi yang menemukan kerusakan vitalitas dan motilitas (sperma yang dapat bergerak sendiri secara spontan) sperma dilaporkan meningkat. Bisa jadi, hal ini pun tak akan baik pengaruhnya pada rahim. 
3. Pilih offline mode. Saat ponsel tidak digunakan, biasakan untuk mematikannya. Atau, atur menjadi offline, standalone, atau flight mode, yang akan mematikan transmitter-nya namun masih memungkinkan Anda untuk menggunakan ponsel untuk main game atau mendengarkan musik. Pokoknya, membuka aplikasi lain kecuali menelepon dan browsing internet. 
4. Dari kuping kiri ke kuping kanan. Bila ada kondisi yang mengharuskan Anda menelepon, cobalah memindahkan ponsel dari telinga kiri ke telinga kanan berulang kali. Hal ini bisa membatasi paparan pada satu sisi kepala saja, yang sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko tumor otak dan kanker kelenjar ludah pada telinga yang sering digunakan untuk mendengarkan ponsel.
5. Hindari ruang sempit. Saat berada di lift, kereta, atau mobil, sebaiknya tak usah sering-sering menelepon. Lagipula, menggunakan ponsel saat mengemudi juga akan membahayakan keselamatan Anda maupun pengguna jalan raya lainnya, kan? 
6. Perhatikan sinyalnya. Jangan menggunakan ponsel ketika sinyalnya lemah, atau ketika Anda sedang berkendara di dalam mobil yang melaju sangat cepat (kereta api juga termasuk). Hal ini secara otomatis akan memicu kekuatan sinyal hingga maksimum, karena ponsel berusaha terhubung ke antena relay yang baru.
7. Jangan lama-lama. Menelepon sebaiknya tidak usah terlalu lama. Cukup untuk membuat janji dengan klien, atau mengingatkan anak untuk makan, misalnya. Jika Anda ingin ngobrol dengan teman SD yang baru ketemu di Facebook, sebaiknya gunakan telepon rumah. Atau, ketemuan saja di rumah atau di tempat ngopi. Lebih puas, kan? Jangan lupa, risiko tumor otak dimulai pada tingkat paparan kumulatif yang relatif rendah.
8. Kurangi bermain-main dengan smartphone. Perangkat seperti BlackBerry atau iPhone menghasilkan emisi yang lebih tinggi daripada ponsel, karena mereka bergantung pada energi dari baterai untuk melakukan aktivitas e-mail, koneksi internet, dan men-display warna. 
9. Jauhkan ponsel ketika belum tersambung. Setelah menekan tombol nomor ponsel teman Anda, jangan langsung mendekatkan ponsel ke telinga. Saat itu, ponsel itu sedang berusaha terkoneksi, dan sedang mengirimkan sinyalnya yang terkuat.

10. Jangan mengantungi ponsel.
 Dalam suatu penelitian, ditemukan bahwa pria yang membawa ponselnya di dalam saku celana cenderung memiliki jumlah sperma yang 25 persen lebih rendah dibandingkan dengan kelompok pria lain yang tidak menyimpan ponselnya di saku celana. Bagian lain dari tubuh menyerap radiasi pada intensitas yang berbeda, dan jaringan testikular kemungkinan juga lebih mudah diserang.
11. Jangan meletakkan ponsel di tempat tidur. Anda memang membutuhkan alarm pada ponsel untuk membantu Anda bangun pagi. Tetapi, jangan meletakkan ponsel di dekat posisi kepala Anda. Medan elektromagnetik bisa mengurangi produksi melatonin pada tubuh, dan penyapu radikal bebas yang dapat melindungi sel-sel tubuh Anda dari kerusakan DNA. Seperti Anda tahu, kerusakan DNA dapat meningkatkan risiko kanker dan penyakit lain.
“ Kayuh Baimbai Mambangun Banua ”

Kamis, 02 Mei 2013

Barcode dan GS1 System Menguntungkan Banyak Pihak


Di abad modern ini hampir seluruh retailer, supermarket, department store ataupun hypermarket sudah menggunakan perangkat scanner, adanya Barcode dengan standarisasi internasional, pengidentifikasian produk itu akan memudahkan pengontrolan stok dan mempercepat proses transaksi di kasir atau “Point of sales” (POS). Bayangkan apabila produk tersebut tidak dilengkapi dengan Barcode yang mengidentifikasikan produk tersebut, maka setiap produk akan terpaksa dicetakkan label dan itu akan membutuhkan tenaga serta waktu untuk menempelkan label satu persatu pada kemasan dan ini akan mengakibatkan biaya tinggi belum lagi apabila pelabelan tersebut terjadi kesalahan, anda dapat bayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan.

Barcode dan GS1 System Membantu Mencapai Kesuksesan Anda


Di dalam persaingan dunia bisnis yang semakin global, dituntut ketepatan, kecepatan, dan akurasi data yang tinggi dimana data-data tersebut dapat mewakili oleh kombinasi garis-garis hitam dan putih yang dikenal dengan Barcode, dimana hanya dapat dibaca oleh perangkat scanners.
Menyadari hal ini, GS1 Indonesia dibawah naungan Yayasan Codex Universalis Noko, pelopor standarisasi internasional di Indonesia yang didukung oleh Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Perum Percetakan Uang RI,